Merelakan dan Melepaskan


 
PetunjukHidup.com-Pernahkah berkata kepada diri sendiri, siapakah aku sehingga aku bisa merelakan dan melepaskan sesuatu yang menyakiti aku lebih dari pada apapun di dunia ini? Aku bukanlah malaikat yang bisa memaafkan dengan begitu mudah seseorang yang melukaiku hingga kedalam raga.

Siapakah aku yang mencoba merasakan getaran merelakan dan melepaskan begitu saja. Seharusnya, mereka yang melukai itu dihujat, disiksa dan harus merasakan karma karena perbuatannya. Siapakah aku bisa melepaskan rasa ini!


Tetapi semakin aku mengutuk, semakin aku membenci dan aku semakin terluka. Rasa pedih, hancur dan berkeping-keping tak akan bisa disatukan kembali. Air mata kehancuran menyiksa kehidupanku lebih daripada rasa benciku pada mereka yang menghancurkan hidupku. Apakah rasa penyesalan ini aku rasakan karena aku membuang masa depanku? Aku mempercayai sesuatu yang membuat aku menyesal saat ini.


Ketika aku melihat dari kacamata baru, aku mencoba untuk merelakan dan melepaskan rasa benci, sakit hati ini dan aku bisa melihat masa depan yang suram menjadi lebih indah. Karena pikiran buruk akan membuat tubuh dan jiwa lemah. Tetapi, siapakah aku ini? Aku bukanlah siapa-siapa!





Salam dan Tetaplah Hidup










Note: Please visit my blog to storycitra, kitabahagia, ngerumpi blog







No comments:

Petunjuk Hidup membutuhkan komen berupa kritik dan saran agar lebih baik lagi dalam menjalani hidup. Ingat! Komentar di moderasi jadi tidak boleh spammy ya, rumahku indah dan rumahmu juga indah bukan? mongo dan terima kasih, dank jewel, danke, thanks, mercy

Powered by Blogger.