PetunjukHidup.com-Dari dulu Penulis ingin sekali menginjakan kaki di Papua; sebelum terkenalnya wisata Raja Ampat. Tahun 1996 lalu, Papa Penulis pernah bekerja di Papua. Alm Papa selalu menceritakan tentang penduduk setempat di sana yang masih tradisional. Ada beberapa suku pedalaman, jika diberi baju; Mereka menggunakannya, tetapi  di sobek-sobek. Kala itu, memang budaya mereka masih kental menggunakan koteka.

Seiring waktu berjalan, sekarang Papua terkenal dengan wisata dan budayanya yang menakjubkan. Apalagi burung cendrawasih yang hanya ada di Irian Jaya, Papua. Bahkan, di Papua terkenal dengan hutan rimbanya yang menarik wisatawan manca Negara untuk berpetualang ke sana. Namun, seiring dengan perkembangan sebuah Negara maupun kota, sudah pasti hutan maupun rimba akan semakin berkurang. Dikarenakan pembangunan.

Hal itu terlihat jelas dalam data statistic. Rimba hutan Papua yang dulunya seluas 42 juta hektar di tahun 2005-2009. Kini, hutan Papua hanya 30,07 juta hektar dalam masa tiga tahun. Hal itu dikarenakan, ekspansi industri yang berbasis lahan antara lain penebangan hutan, perkebunan, hutan tanaman dan pertambangan, pemekaran wilayah administrasi pemerintahan. Membuat rimba hutan di Papua semakin berkurang.

Mungkin, kita lupa jika hutan memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan manusia. Hutan hampir mencakup sepertiga dari semua daratan yang ada di bumi lho.  Makanya, jangan sampai kita meremehkan pentingnya hutan bagi dunia ini.  Pernah nonton film kartun yang udara saja mesti bayar mahal. Sebab, sudah tidak ada hutan yang tersisa. Bahkan, tanaman saja palsu semua? Apa kita mau hidup seperti dalam film kartun tersebut! Jika jawabannya TIDAK. Maka, mari jaga hutan dan mulai membuat wisata yang ecogreen atau eko wisata yang melibatkan “hutan” dalam wisata tersebut, tanpa merusak ecosistemnya.

Bagi yang lupa tentang manfaat hutan, Penulis ingatkan kembali ya.
Hutan membantu kita bernafas  => Hutan memompa oksigen yang kita butuhkan untuk hidup. Satu pohon dewasa dan berdaun diperkirakan menghasilkan pasokan oksigen sehari untuk dua hingga 10 orang.
Hutan lebih dari sekedar pohon => Setengah dari spesies Bumi hidup di hutan, termasuk 80 persen keanekaragaman hayati di darat. Apalagi di hutan tropis dipenuhi serangga dan cacing yang bekerja memberikan nutrisi pada tanah. Lebah dan burung menyebarkan serbuk sari dan biji-bijian

Manusia Juga Tinggal di sana => Sekitar 300 juta orang tinggal di hutan di seluruh dunia, termasuk sekitar 60 juta penduduk asli yang kelangsungan hidupnya hampir seluruhnya bergantung pada hutan asli.

Hutan membuat kita tetap tenang => Dengan menumbuhkan kanopi untuk membawa sinar matahari, pohon-pohon juga menciptakan oasis penting teduh di tanah. Pepohonan perkotaan membantu bangunan tetap dingin. Sementara hutan besar bisa bertugas mengekang "pulau panas" efek dari kota dan mengatur suhu regional.

Hutan membuatnya hujan => Hutan besar dapat memengaruhi pola cuaca dan menciptakan iklim mikro mereka sendiri. Contohnya saja, hutan hujan Amazon bisa menghasilkan kondisi atmosfer untuk bisa mencurahkan hujan di dalam hutan dan juga lahan pertanian terdekat.

Hutan melawan banjir => Akar pohon merupakan teman dekat hujan lebat, terutama untuk daerah dataran rendah seperti dataran sungai. Hutan membantu tanah menyerap lebih banyak air. Sehingga mengurangi banjir bandang, mengurangi kehilangan tanah dan kerusakan properti dengan memperlambat aliran.

Taukah kamu, berdasarkan data dari Econusa tahun 2017 yang dilasir dari media harian lokal di Jayapura, saat ini total luas hutan di provinsi Papua dan Papua Barat adalah 33.710.523,22 hektar.

Luas Hutan di Provinsi Papua
Ada tiga Kabupaten di Provinsi Papua yang dijumlahkan maka luas hutan saat ini yakni 25.030.659,04 hektar. Dimana, Kabupaten Mamberamo luas hutan 2.700.997,69 hektar, Luas 2.286.034,03 hektar ada di Kabupaten Asmat dan Kabupaten Boven Digoel seluas 1.977.514,85 hektar.

Selebihnya ada di Kabupaten Merauke dengan 1.926.850,08 hektar, kabupaten Mimika 1.628.028,28 hektar, kabupaten Mappi 1.582.926,74 hektar, kabupaten Jayapura  1.394.478,39 hektar, kabupaten Pegunungan Bintang luas hutan 1.35.903,83 hektar dan lain sebagainya. Data diatas hanya sebagian dari Kabupaten yang ada di Pulau Iran Jaya. Bisa dibayangkan, jika hutan yang ada di sana semakin berkurang?

Untuk itu praktisi yang peduli terhadap lingkungan mulai memikirkan cara untuk tetap menjaga rimba Papua dengan cara membuat ekowisata yang berwawasan lingkungan, melestarikan budaya lokal tanpa harus merusak hutan. Tidak heran, jika Papua dijadikan konservasi hutan. Salah satunya Yayasan Ekosistem Nusantara (Econusa Foundation), yang merupakan organisasi nirilaba yang bertujuan  mengangkat pengelolaan sumber daya alam. Makanya, banyak sekali ekowisata yang ada di Papua yang dilirik wisata dunia, termasuk kebudayaannya, serta rimbanya itu sendiri. Jadi menurut Penulis, jangan mengubah Papua menjadi kota modern seperti lainnya yang merusak alam. Melainkan Papua bisa dijual wisatanya menjadi destinasi wisata hijau.

Apalagi bagi wisatawan manca Negara maupun lokal yang menyukai adventure, atau pertualangan di hutan Rimba. Hutan rimba itu sendiri malah menjadi daya tarik tersendiri. Pernah membayangkan berada di film Anaconda di hutan Amazon? Tidak menyangka ketika google mengenai wisata Pulau Papua beberapa bulan lalu, aku melihat photo Sungai Sepik dan sangat menarik.

Bayangan liar aku pun mulai memasuki pikiran aku. Jangan salah sangka, aku tidak membayangkan seperti film Anaconda yang diperankan oleh Jennifer Lopez. Melainkan sangat menarik juga untuk menelusuri sungai terpanjang sekitar 1.126 km di Papua Nugini. Dimana Sungai Sepik ini menyediakan makanan dan transportasi bagi banyak suku dan desa di sepanjang pesisirnya. Sungai ini mengalir dari dataran tinggi tengah Papua ke Laut Bismarck. Kira-kira butuh berapa lama ya untuk menelusuri sungai ini?

Bertemu dengan berbagai binatang maupun penduduk lokal yang ada di pesisir sungai Sepik. Pasti menjadi pertualangan tak terlupakan seumur hidup aku. Sesekali menjauh dari kehidupan modern yang setiap detik melihat sosial media atau terganggu dengan deadline yang menumpuk. Melarikan diri ke Pulau Trobriand dan berpetualang di sana, pasti seru,

Kepulauan Tribriad ini berada di bagian timur Pulau Papua yang terkenal dengan "adat pernikahannya" yang khas. Dimana tradisi ini sempat ditulis oleh Bronislaw Malinowski. Di pulau ini, mereka tidak memiliki upacara pernikahan tradisional seperti budaya lain. Uniknya, apabila ada seorang anak lelaki dan perempuan mulai tidur dan makan bersama di bawah satu atap selama beberapa minggu. Masyarakat di sana beranggapan mereka sudah menikah dan setelah satu tahun; mereka bebas untuk bercerai dan menikah dengan yang lain atau tetap bersama. Baiklah, bukan itu yang Penulis inginkan untuk berada di Kepulauan Trobriands ini melainkan Pulau Kitava. Pulau Kitava ini merupakan salah satu pulau terbesar di nusantara dimana memiliki  terumbu karang besar, pantai berpasir, dan budaya lokal yang penuh warna yang belum terjamah teknologi modern. Bagaikan surga tersembunyi, seperti filmya Leonardo Dicaprio.

Pernah bermimpi berada di negeri dongeng? Penulis pernah, makanya Penulis pernah menulis dongeng mengenai “Pertualangan Pangeran dan Putri Penyihir.” Dimana, mereka keluar masuk hutan “hitam” untuk mencari ramuan agar Pangeran yang dikutuk menjadi kijang bertanduk emas kembali menjadi manusia. Waktu itu, Penulis membayangkan hutan di Amazon atau di Negara lain. Namun, Penulis tidak menyadari, kenapa mencari inspirasi jauh-jauh di Negara orang. Kalau di Indonesia sendiri juga bisa dijadikan negeri impian para Penulis dongeng, seperti yang ada di Papua ini.

Ada satu tempat yang bernama Lembah Baliem yang terletak di tengah Pulau Papua. Dimana kota yang terkenal adalah Wamena. Butuh waktu satu jam dari Papua menuju kota Wamena dengan menggunakan pesawat. Ketika menuju Kota Wamena ini, kita akan melewati pucuk-pucuk pergunungan. Bahkan, kita juga bisa berjumpa dengan suku pedalaman di sana yang masih menggunakan koteka.

Apa menariknya berkunjung ke Lembah Baliem? Tentu saja menarik banget di sana ada mumi yang sudah berusia 370 tahun. Ditambah lagi dengan pemandangan yang eksotis dan rumah penduduk bagai negeri dongeng. Sungguh sangat menarik aneka tradisi yang ada di Papua ini. Khususnya, beberapa festival yang membuat berbagai Negara ingin menginjakan kaki di sebuah pulau yang merupakan bagian dari Indonesia ini.

Festival apa sajakah itu? Penasaran kan, sejujurnya Penulis pun juga sangat tertarik dengan beragam festival yang ada di Papua. Semoga suatu saat, Penulis bisa menelusuri keindahan dan keragaman budaya yang penuh warna di Papua.

Festival Milamala

Festival tradisional ini  berada di Kepulauan Trobriand; biasanya diadakan untuk perayaan panen ubi jalar. Dimana ubi jalar atau suku Papua menyebutnya Petatas. Petatas ini merupakan makanan sehari-hari  masyarakat Papua. Sebab di sana sangat susah untuk mendapatkan beras. Alm Papa aku pernah bercerita mengenai hal ini. Waktu itu, aku masih duduk di bangku SMP dan aku malah membayangkan asyik banget makan ubi merah sebagai pengganti nasi. Maklum, waktu kecil susah makan nasi, jadi pemikirannya beda dengan yang lain ya.

Tentunya festival ini jangan sampai dilewatkan begitu saja. Soalnya sangat menarik banget. Dimana festival ini ada berbagai kegiatan diantaranya balap kano, pertandingan kriket, dan beberapa tarian yang benar-benar kotor menurut adat setempat. Wow, that is so cool! Biasanya festival Milamala ini diadakan di bulan Juli dan Agustus, bertempat di Kiriwina, Kepulauan Trobrian.

 Festival Goroka
Festival ini merupakan festival tertua yang ada di Papua. Dimana festival ini selalu menarik ribuan orang datang ke Papua untuk menyaksikan grup penyanyi, tarian tradisional dan bahkan musik tradisionalnya. Tidak heran, setiap tahun banyak sekali turis yang membanjiri Papua untuk menyaksikan festival Goroka yang biasanya diselenggarakan di bulan September.

Terus terang mengupas mengenai tradisi yang ada di Papua akan menyita waktu. Soalnya banyak sekali hal yang menarik baik pemandangannya yang bagaikan surga dunia yang tidak terjamah, jernih dan virgin. Pasti, udaranya sejuk dan bawaannya tidak ingin waktu berakhir dengan cepat. Ketika menjelajah atau liburan di Papua. Tradisi masyarakat yang masih kental dan menarik untuk dipelajari. Termasuk, kulinernya yang pastinya tidak kalah enak dengan tempat lain.

Jadi teringat sewaktu masih remaja, Alm Papa pernah membawa makanan khas Papua ke rumah. Awalnya, aku tidak suka! Benar kata pepatah, tidak kenal maka tidak sayang. Nah, kala itu Alm Papa membawa Kue Bagea. Dari berbagai makanan khas Papua hanya kue ini saja yang bisa dibawa. Soalnya kue ini tahan lama dibanding yang lain. Sebab, perjalanan Alm Papa dari Papua ke Kota Balikpapan tidak bisa seperti sekarang cepat dan praktis. Butuh waktu berhari-hari.  Kue Bagea ini merupakan kue dari bahan dasar sagu.  Tekstur kue ini tidak terlalu keras. Paling mantap di santap dengan teh atau kopi panas.  Bentuknya yang unik seperti batang pohon yang dipotong-potong dengan warna putih kekuningan. Soalnya sagunya dicampur dengan kenari. Dibungkus dengan daun kering dan rasanya sangat gurih dan enak.

Waktu itu, Penulis juga pernah nonton jejak pertualangan yang disiarkan di salah satu TV Swasta sewaktu remaja. Dimana repoternya harus makan ulat sagu yang diberikan salah satu penduduk lokal yang ada di sana. Ulat sagu itu dimakan mentah-mentah. Wow, hebat banget ya, sangat menginspirasi sekali reporter perempuan itu berani memakannya.

Keunikan inilah yang membuat Penulis ingin menggapai mimpi menginjakan kaki di Papua, bagai negeri dongeng dalam negeri Indonesia. Beragam perbedaan, suku, keindahan alam dan aneka kuliner yang menarik dan enak untuk di santap. Mengingat tiap kenangan, setiap kali Alm Papa pulang menceritakan kisah kehidupan di Papua. Tidak ada alasan untuk tidak memiliki keinginan berwisata ke Papua, selain menjadi daya tarik tersendiri karena wisata Raja Ampatnya, Papua memiliki segudang cerita akan keindahan alam, budaya dan tradisi, termasuk orang Papua asli. Bukankah kamu juga menginginkan hal yang sama?

Namun, perhatikanlah sebagai wisatawan lokal yang pintar dan bijaksana ketika liburan. Perhatikan hal-hal yang umum, menjaga dan menghormati budaya setempat. Paling penting adalah nikmati waktu kamu selama di sana dan jangan merusak alam dengan membuang sampah sembarangan, khususnya plastik. Sebab, plastik tidak bisa di daur ulang oleh alam. Lestarikan Indonesiaku, perkaya budaya dengan berkunjung ke tempat wisata yang ada di Indonesia, Sebab Papua itu Indonesia. Negeri dongeng yang nyata dalam gambaran kanvas alam yang permai.
Referensi:
  • https://traveltriangle.com/blog/things-to-do-in-papua-new-guinea/
  • https://www.econusa.id
  • https://en.wikipedia.org/wiki/West_Papua_(province)
  • Papuanewguinea.travel 
  • https://suarapapua.com/2019/08/06/ini-luas-hutan-provinsi-dan-kabupaten-di-papua-dan-papua-barat
THE MAP WISATA PAPUA BASED ON PETUNJUKHIDUP.COM

Salam dan Tetaplah Hidup










Note: Please visit my blog to storycitra.com | Jejakcantik.com | kitabahagia.com 
 Chitchat.my.id | Asiabutterflytraveler.com




Kehidupan ini tidaklah semudah membayangkan, tidak semudah meluangkan dalam kata. Mari berkunjung dan menikmati tiap hempasan nafas kehidupan untuk mencari makna kehidupan bersama.....








Artikel Terkait:

Silakan pilih sistem komentar anda

51 komentar untuk Menggapai Mimpi Menginjak Tanah Papua

Petunjuk Hidup membutuhkan komen berupa kritik dan saran agar lebih baik lagi dalam menjalani hidup. Ingat! Komentar di moderasi jadi tidak boleh spammy ya, rumahku indah dan rumahmu juga indah bukan? mongo dan terima kasih, dank jewel, danke, thanks, mercy

  1. Pesona alam bumi papua sangat luar biasa. Hutan papua memberikan banyak manfaat bagi kehidupan, pemandangan lautnya juga sangat indah. Dan keindahan alam inilah yang harus kita lestarikan.. .

    ReplyDelete
  2. membaca ini aku jadi ikutan membayangkan bisa menginjakkan kaki di tanah Papua yang eksotis itu ^^

    ReplyDelete
  3. Papua ini punya sumber daya alam yg luarrr biasa.
    Kita kudu bahu-membahu untuk menjaganya sekuat tenaga
    Semoga semua pihak bisa bekerjasama melindungi hutan Papua agar tetap lestari.. Aamiin..

    ReplyDelete
  4. Dari dulu juga penasaran akan keindahan Papua. Apalagi dengan kekayaan dan keindahan alamnya yang memukau, Belum sempat ke sana, semoga suatu saat bisa ke sana , aamiin.

    ReplyDelete
  5. Wah papua saya juga ingin sekali kesana. Ikut kelas inspirasi papua memberikan inspirasi kepada anak-anak papua bahwa bumi itu luas untuk kita arungi.

    ReplyDelete
  6. Suamiku nyaris ada proyek disana tapi nggak jadi. Btw aku bisa bikin buku dg Gramedia karena motivasi dari temanku. Dia penulis yg dulu tinggal di Papua & sudah menerbitkan buku ttg keindahan Papua.

    ReplyDelete
  7. pengen ke papua karena pengen ngeliat bawah lautnya hihi. katanya sih bagus bangeet ya. duh pengen banget bisa kesana suatu saat nanti, baca tulisan ini membuat saya semakin ingin ke papua. makasih mba sharingnya.

    ReplyDelete
  8. Papua.. jauh banget ya kak..tiket juga mahal ke sana... semoga suatu saat bisa kesampaian jalan ke sana... melihat langsung alamnya... festival budayanya dan makan ulat sagunya live... wew...

    ReplyDelete
  9. Salah satu impian bisa menjejakkan kaki ke pulau Papua, pulau yang indah dan punya segudang pesona mulai dari alam sampai budayanya. Ulasannya keren ini.

    ReplyDelete
  10. Aku penasaran dengan rasa ulat sagu yang dimakan mentah.Pasti bergizi tinggi ya.

    ReplyDelete
  11. Perkembangan pembangunan yang difokuskan di daerah barat, membuat wisata alam di indonesia timur menjadi andalan banget karena masih "murni"...

    ReplyDelete
  12. Pesona alam Papua memang sangat menarik bagi para wisatawan untuk mengunjunginya. Bentang alamnya cantik dan masih terpelihara. Tak hanya Mbak Sis Citra yang pengen ke sana, saya juga pengen liburan ke Papua kapan-kapan.

    ReplyDelete
  13. Menarik-menarik yaaa festivalnya. Papua itu menurut saya masih Indonesia bangetttttttt. Hutannya masih lebat, masyarakatnya masih tardisional, beruntung sekali orang-orang yang berkesempatan berkunjung ke sana.

    ReplyDelete
  14. Banyak yang unik dari Papua. Kalau tepat pengelolaan wisata dan segala sumber daya alamnya, akan sangat berharga bagi orang Papua dan bagi Indonesia. Oya, yang makan ulat sagu ... saya pernah lihat di tivi ... hiii bergidik lihatnya tapi kayaknya enak ya soalnya kalo di Sulawesi ada ikan kecil-kecil yang kayak ulat sagu modelnya gitu, enak :D

    ReplyDelete
  15. semoga hutan-hutan yang ada di papua tetap terjaga, karena hutan papua termasuk luas dan menjadi paru-paru dunia. terima kasih informasinya :)

    ReplyDelete
  16. Aku belum pernah ke Papua, Mbak..Suami yang pernah tugas audit 3 bulan ke Sorong. Mupeng bener pengin lihat alamnya yang indah juga budayanya. Semoga, ada rejeki bisa ke Papua

    ReplyDelete
  17. Iya Mbak Citra sama, aku juga pengen banget bisa libura ke papua sama anak2. Tapi harus riset lagi nih wisata2 mana aja yang ramah anak hehe

    ReplyDelete
  18. Papua banyak menyimpan mutiara. Meskipun dalam beberapa hal ketinggalan, tapi Papua punya banyak pesona.

    ReplyDelete
  19. Serasa digiring memasuki hutan papua. Aaah.. Tulisannya membuatku hanyuttt. Juwara deh

    ReplyDelete
  20. saya pengen banget pergi ke papua. cerita tentang rimbanya selalu menakjubkan emang. Apalagi kini hutan papua adalah satu-satunya hutan alam yang masih tersisa di Indonesia. Di Sumatera dan Kalimantan udah pada rusak.

    ReplyDelete
  21. Keindahan alam Papua memang mengundang banget untuk dikunjungi. Saya juga sejak dulu selalu ingin ke sana. Semoga aja ada rezekinya. Aamiin

    ReplyDelete
  22. Papua ini cantik yah mba dan aku baru tahu juga itu kue Bagea yang ketahanannya sampe berhari-hari, jadi pengen cobain deh hehee tapi papeda aja aku belum coba ding

    ReplyDelete
  23. destinasi impian banget sih ini kalo ke Papua itu, apalagi banyak sosial budaya yang ada di Papua ini penting untuk anak muda explore

    ReplyDelete
  24. Ah Papua selalu menunjukkan sesuatu yang beda yang yang yang Indonesia punya.. Udah lama mau ke Papua tapi belum sempet terus.

    ReplyDelete
  25. Tanah Papua kaya dengan keindahan alam dan budaya ya.
    Destinasi yang dimilikinya juga menjadi destinasi impian saya mba.
    Semoga diberi rezeki bisa berkunjung dan melihat keindahan alam Papua.

    ReplyDelete
  26. Papua memang terkenal banget dengan keindahan alamnya, masih sangat alami, dan alamnya eksotik rasanya. Pengen banget suatu saat nanti bsia explore Papua :)

    ReplyDelete
  27. Hutan itu penting bagi manusia. Walau letaknya jauh, tapi perannya nggak boleh disepelekan. Bernafas pun perlu hutan.

    ReplyDelete
  28. Wow..indahnyaaa alam Papua ini ya.Semoga hutan dan keindahan alamnya tetap lestari..

    ReplyDelete
  29. Aaah jadi kangen sama Papua....sejatinya tinggal di Papua itu enak mbak... apalagi di kiri kanan dikelilingi hutan yang membuat suasana pagi terasa sejuk....semoga Papua makin maju di segala aspek kehidupan terutama rakyatnya semoga bisa mengikuti perkembangan jaman dan ikut melestarikan budaya Papua.

    ReplyDelete
  30. Aaah jadi kangen sama Papua....sejatinya tinggal di Papua itu enak mbak... apalagi di kiri kanan dikelilingi hutan yang membuat suasana pagi terasa sejuk....semoga Papua makin maju di segala aspek kehidupan terutama rakyatnya semoga bisa mengikuti perkembangan jaman dan ikut melestarikan budaya Papua.

    ReplyDelete
  31. Papua negeri yang indah tapi banyak orang cuma tau Raja Ampat aja ya, padahal tempat lainnya gak kalah cantiknya ya. Mau juga ke Papua pingin lihat kebudayaan dan keindahan alamnya

    ReplyDelete
  32. Wah, pulau satu ini memang sangat menarik untuk dijelajahi ya. Apalagi di era semua seba maju begini, banyak tempat di Papua yang masih alami dan belum tersentuh modernisasi. Sebbelum ke luar Indonesia, ingin rasanya bisa menilik bagian paling barat Indonesia ini.

    ReplyDelete
  33. Wah, pulau satu ini memang sangat menarik untuk dijelajahi ya. Apalagi di era semua seba maju begini, banyak tempat di Papua yang masih alami dan belum tersentuh modernisasi. Sebbelum ke luar Indonesia, ingin rasanya bisa menilik bagian paling barat Indonesia ini.

    ReplyDelete
  34. Papua termasuk yg saya harapkan juga bisa menginjakkan kaki di sana. Khususnya ke Puncak Jayawijaya. gunung berapi tertinggi di negara kita sdh saya daki. Yang paling tinggi di Papua ini nih yang berat resikonya. Ongkosnya maksudnya
    Hehehe

    ReplyDelete
  35. Duh, mau banget juga deh menginjak tanah Papua. Pulau eksotik yang alamnya sangat cantic. Semoga bias kesampaian bisa ke sana.

    ReplyDelete
  36. Papua nih salah satu yang bikin bumi masih bisa menikmati udara bagus ya. Kebayang segernya udara di sana krn masih banyak hutan. Hasil hutannya pun berguna buat masyarakat sekitar. Banyak yang bisa diambil dr alamnya, asal jangan lupa dpelihara selalu

    ReplyDelete
  37. segerr banget lihat Papua yang masih banyak hutannya dan destinasi wisata hijau, aku pengen banget menginjakkan kaki di tanah Papua ini.

    ReplyDelete
  38. Saya pun demikian, ingin rasanya menginjakkan kaki di bumi cendrawasih yg elok itu.

    Beberapa daerah yg asri dan masih belum banyak terjamah oleh orang lain, menjadikan Papua selaku indah dipandangan mata

    ReplyDelete
  39. Negeri kita ini kaya akan sumber daya alamnya termasuk yang ad di Papua, sedih rasanya ketika mendengar ad oknum tertentu yang tanpa merasa bersalah membakar hutan

    ReplyDelete
  40. mbak, samaa, aku juga masih bercita-cita ingin ke papua. makanya aku selalu doain agar di sana damai terus dan makin maju perekonomiannya, biar kelak pas ke sana nggak ada problem2 ekonomi atau sosial yang besar atau bergejolak di papua

    ReplyDelete
  41. Papua memang surga tersembunyi, masih banyak sekali keasrian alam yang asli dan belum terjamah. Semoga saja suatu saat bisa menjejakkan kaki di sana ya. Butuh modal banyak soalnya untuk bepergian sampe ke Papua.

    ReplyDelete
  42. tanah Papua yang luar biasa cantik dan memang luar biasa.Semoga bisa segera sampai ke sini mbaa

    ReplyDelete
  43. Salah satu yang memang keren banget alam Papua ini luar biasa mbak, setiap sudut bisa memancarkan betapa indah Indonesia ini. Saya masih penasaran untuk menginjakkan kaki ke tempat ini mbak.

    ReplyDelete
  44. Saya paling ingin ke Papua Cit. Salah satu wish list semenjak kecil dulu. Sampai sekarang pun masih sangat ingin berkunjung ke sana.

    ReplyDelete
  45. Aaaahhh big dream bangeeeet bisa ke Papua 😍 emang pesona budaya dan kekayaan alamnya itu cakeeeppp banget ya, mba 😍

    ReplyDelete
  46. Papua, keadaan alamnya indah banget ya mba
    aku juga pengen suatu saat bisa ke sini aamiin
    Seru ya kalau beneran kekabul gitu.

    ReplyDelete
  47. Mudah2an kelestarian tanah Papua terutama hutannya selalu terjaga. Hutan di pulau lain sudah banyak rusak dan alih fungsi.

    ReplyDelete
  48. Papua atau mutiara hitam, Papua memang surga tersembunyi, masih banyak sekali keasrian alam yang asli dan belum terjamah, aku juga pengen ke sana ingin melihat secara langsung tidak hanya melalui layar tv saja. semoga tiket pesawat bisa murah agar aku bisa pergi kesana

    www.Behangat.Com

    ReplyDelete
  49. Menginjakkan kaki ke tanah Papua jadi impianku banget sejak masa SMP dan SMA karena dulu punya sahabat pena yang tinggal di sana dan cerita betapa indahnya Papua. Destinasi wisata di sana pun masi murni banget. Sayangnya sampai sekarang belum dikasi kesempatan nih aku ke sana

    ReplyDelete
  50. Aahhhh aku pun pengen banget ke Papua dan kepo tentang festival baliem,

    Aku suka kata kak citra diatas, sejenak lari berlibur menyusuri hutan dan sungai, melupakan sejenak hirup pikuk sosial media hahaha
    Semoha corona cepat berlalu dan kita bisa lanjut traveling hihihihi

    ReplyDelete
  51. Luar biasa menarik dan eksotisnya tanah Papua. Berharap suatu saat saya bisa ke sana, memandang keindahan Indonesia di ujung nusantara.

    ReplyDelete