Belajar Kehidupan dari Bunga





PetunjukHidup.com-Siapa bilang kehidupan ini! Siapa yang menjanjikan hidup bagaikan bangsawan? Tentu, kamu tidak pernah mendengar hal tersebut bukan? Termasuk penulis, tidak pernah menerima janji seperti itu baik dari kecil hingga sekarang.  Apakah kehidupan itu begitu menakutkan tanpa ada janji-janji manis? Jangan takut akan kehidupan karena kehidupan itu sangat indah bagaikan bunga yang bermekaran.


Namanya bunga pun tetap akan terlihat cantik diantara ilalang yang menjulang tinggi. Mari belajarlah hidup seperti bunga. Terkadang kita tidak mengetahui kapan kita akan bermekaran dan kapan kita akan dirawat dengan baik, tetapi bunga tetap bertahan walaupun badai menerpa. Meskipun dia (bunga) hidup di rumputan liar. Kita yang melihat bunga tetap melihat bawasanya bunga itu tetap cantik di antara ribuan rumput yang membuatnya tenggelam. Dia tetap bertahan untuk tetap hidup.

Baca blog ngerumpi: bahagia dengan uang kecil

Begitu juga kita harus melihat bunga yang bermekaran di manapun berada dia tidak merubah sifat dan keberadaannya. Meskipun dia tidak memiliki taman bunga yang indah tetapi bunga tetap tumbuh dan terus berkembang. Dia tahu kapan dia akan menyerah untuk melanjutkan ke kehidupannya yang baru. Nah, kita sebagai manusia terkadang kita lupa bahwa kita memiliki kekuatan yang lebih hebat dibanding bunga. Kita merasa lemah ketika kita mendapatkan satu percobaan yang dating di dalam kehidupan kita. Kita merasa bahwa kehidupan ini sangat tidak berarti melihat cobaan yang datang. Pencobaan datang bukan untuk menghancurkan kita tetapi membuat kita harus bertahan di dalam segala beban kehidupan kita.

Mari kita belajar dari kehidupan bunga.  Jadilah bunga! Pertama, Bunga bisa tumbuh dengan luar biasa meskipun diantara ilalang. Kedua bunga bisa tetap bermekaran meskipun dia hanya mengharapkan setitik air untuk bertahan hidup. Ketiga tetap memberikan wanginya walaupun tidak ada seorangpun yang mau memetik atau memeliharanya. Keempat, bunga memberi tidak pernah berubah meskipun diantara Ilalang. Kecantikan yang tidak akan pernah berubah.


Kita sebagai manusia seharusnya menjadi lebih baik dibanding bunga yang hidup liar tetapi kita merasa bahwa kita lemah dan kita tidak memiliki kekuatan untuk bertahan dalam melewati segala pencobaan yang ada. Sangat bereda sekali dengan bunga yang bertahan dalam setiap cobaan. Marilah kita belajar dari bunga dan melihat bawasanya dimanapun kita berada kita tidak boleh merubah karakter kita tetapi kita harus memperkuat keberadaan kita. Di mana kita harus tetap memiliki satu semangat bahwa pencobaan yang datang bukan untuk menghancurkan kita melainkan membuat kita tetap bertahan untuk hidup dan  membuat kita menjadi lebih hebat dari sebelumnya. Kedua, apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, kita bisa melihat mana yang baik dan buruk karena melihat dari berbagai macam sudut yang mengajarkan kita makna kehidupan yang sesungguhnya.

Sebagai manusia, kita bukan berjalan di jalan yang sama tetapi kita mencoba berbagai macam jalan dan mengetahui kehidupan kita lebih baik dibanding yang lain dari sisi pandangan kita bukan dari sisi pandangan orang lain terhadap kehidupan kita.

Kita kita tidak boleh memandang kehidupan orang lain lebih baik dibanding kita. Karena kita tidak mengetahui apa yang ada di dalam setiap kehidupannya! Hanya pada orang lain kita hanya melihat dari luarnya saja tetapi kita tidak pernah mengetahui apa yang ada di dalam kehidupan mereka sesungguhnya. Apakah kehidupannya memang seperti itu ataukah mungkin mereka memiliki banyak masalah tetapi mereka mencoba tetap bertahan dan kuat dalam menghadapi segala pencobaan.

 

Marilah kita tetap menjadi diri kita sendiri dan mencari warna dalam kehidupan ini. Jangan sampai merubah karakter jiwa kita menjadi lebih buruk. Karena kita memandang orang lain yang bukan memandang pada apa yang kita punya. Mari belajar menjadi bunga yang tidak pernah berubah walau diletakan di taman bunga yang menawan atau tumbuh liar diantara ilalang. Hiduplah sebagaimana bunga yang tetap menjadi bunga di alam bebas. 



Salam dan Tetaplah Hidup










Note: Please visit my blog to storycitra, Betraveler, Jejak Cantikkitabahagia, ngerumpi blog


Kehidupan ini tidaklah semudah membayangkan, tidak semudah meluangkan dalam kata. Mari berkunjung dan menikmati tiap hempasan nafas kehidupan untuk mencari makna kehidupan bersama.....








13 comments

  1. Serius banget nih bahasannya, haha...tapi analoginya oke juga, hidup bagai bunga, asal jangan bunga "anu" ayam aja, bau soalnya wkwkwkkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meskipun nama bunga "anu' ayam itu jelek tapi bunganya cantik lho hohoho

      Delete
  2. Ilalang dan semuk belukar itu penting ya, supaya bunganya terlihat semakin cantik.

    ReplyDelete
  3. Inspiratis sekali kak :3
    Semoga kita bisa menjadi bunga di manapun berada, aminn.

    ReplyDelete
  4. Kereen kak...... Menginspirasi dan mencerahkan sekali.. :)

    ReplyDelete
  5. terharu aku bacanya kak. kalau kak Cit jadi bunga. Aku memilih jadi lebah aja dah kak.

    ReplyDelete
  6. Aku ingin jadi bunga yang tetap tegak walau badai menghadang kak..hehe

    ReplyDelete
  7. Inspiratif.. Tapi susah juga ya kalo punya nama Bunga. Sering masuk dalam berita-berita kriminal hehehe

    ReplyDelete
  8. Jadilah seperti bunga, saat diberikan kasih sayang mereka akan membalasanya dengan mempersembahkan kecantikan kelopaknya. Bagi yang pengen melihat bunga, mari jalan-jalan ke Rumah Bunga Neisha. Wkwkwkw...piss mbak Cit! (komen ini mengandung iklan)

    ReplyDelete
  9. Dewasa sekali kak tulisannya.
    Dalam maknanya.

    Bener juga ya.
    Dimanapun berada.
    Bunga tetaplah bunga.
    Tdk akan menjadi ilalang

    ReplyDelete
  10. Kita memang tidak boleh memandang kehidupan orang lain dari sisi kita karena orang lain punya kehidupan masing-masing yang belum tentu sama dengan persepsi kita... Menjadi bunga akan semakin indah di tengah ilalang yang kering ya... nice kak...

    ReplyDelete
  11. Bunga bunga di taman
    Janganlah kau layu...
    Eh ini kok jadi nyanyi saya hehe

    ReplyDelete

Petunjuk Hidup membutuhkan komen berupa kritik dan saran agar lebih baik lagi dalam menjalani hidup. Ingat! Komentar di moderasi jadi tidak boleh spammy ya, rumahku indah dan rumahmu juga indah bukan? mongo dan terima kasih, dank jewel, danke, thanks, mercy